Kamis, 11 Desember 2014

Pelatih Silatku


Pelatihku ...
Ketika mentari mulai meredup
Kau tak luput dari pandangan kami
Setiap tutur kata yang kau lontarkan dari bibir mungilmu
Kau ciptakan sebait nasihat penuh makna
Yang mampu mengbangkitkan semangat kami

            Pelatihku...
Dikala panasnya terik mentari
Kau datang dengan penuh semangat ‘45
Dikala jemarimu mulai letih
Kau segan-segan abaikan rasa itu
Bagitu petir menggelegar secepat kilat
Jemarimu tetap berdiri kokoh untuk melatih kami
Dengan penuh rasa peluh
Kau tak pernah melupakan kewajibanmu
Kau tak sedikitpun mengeluh
Hanya untuk memberiku segumpal ilmu
Setiap tetes keringat
Setiap ilmu itu juga kau cucurkan kepada kami
Terima kasih pelatihku...
Dengan jemarimu
Dengan lekak lekuk tubuhmu
Kau ajarkan kami jurus, tendangan dan pukulan
Kau pun acuh tak acuh
Meski lelah memeras peluh menjamah jemarimu

                By : Heny Dwi Budi Winarni
Semarang, September 2014


1 komentar:

  1. Blognya sudah bagus, perpaduan warnanya juga sudah pas,
    hembbb puisi ini ckup bagus, akan lebih bagus lagi ketika judul dan isinya lebih dikiaskan lagi, :)
    semangat berkarya

    BalasHapus