Kamis, 11 Desember 2014

Batu bobot


Kau berdiri kokoh
Dengan kakuatan Maha Syahdan
Satu dua orang menghampirimu
Dengan berjuta-juta mantra terucap
Dengan bermacam-macam rayuan dilantunkan
Yang ingin menjamahmu dengan sekuat tenaga
Tapi, bulatnya tekatmu kau tetap berdiri kokoh
Karena ke Maha Syahdan-Mu lah kau dapat mengubah bobotmu secepat kilat
5 kg, 10 kg, 25 kg ataupun tak berkilo-kilogram sama sekali
Ya, karena kedahsytan-Mulah kini manusia terperangah
Tapi, keyakinan hati mereka
Kini insan yang ingin menjamahmu
Tuk taklukan kedahsyatan yang kau miliki
Tuk buktikan ke magickamu

Pelatih Silatku


Pelatihku ...
Ketika mentari mulai meredup
Kau tak luput dari pandangan kami
Setiap tutur kata yang kau lontarkan dari bibir mungilmu
Kau ciptakan sebait nasihat penuh makna
Yang mampu mengbangkitkan semangat kami

Anak Tangga


Anak tangga ...
Dalam kerisauan hati
Kau tapaki setiap ruangan sang penguasa
Menggunakan sepasang tangan dan kaki
Untuk mencari gerangan diruangannya
Hanya sesekali terinjak hanya sesekali mendangak
Hanya untuk singgah sesaat
Hanya untuk mencari coretan tinta dari jari-jari sang penguasa
                Ku tapakki setiap anak tangga
Ku masukki ruangan sang penguasa
Ku cari ia dibalik bilik nan indah
Tambok-tembok dikanan kiri berjajar dengan manisnya
Hanya untuk coretan tinta dari jari-jari sang penguasa


                By : Heny Dwi Budi Winarni

                                                                Semarang, 27 September 2014

Mrapen


Dalam pijakan kaki kami
Bersama kesucian hati yang menyelimuti
Kau hadirkan pesona pertiwi
Yang terbingkai apik
Bernafaskan kehidupan desa
Berpayung kebanggaan jiwa
            Terima kasihku teruntuk penguasa raya
Kepada kami kau menganugerahkan keajaiban
Api yang menyala tanpa henti dari perut bumi
Mengangkat nama desa kami
Kau ciptakan sendang dengan sejuta pesonanya
Bersama dengan kehangatannya yang menggelayuti
Terima kasih penguasa raya
Kau menorehkan cerita yang tak terduga
Bersamaan dengan kajayaan Majapahit
Dan berkuasanya kerajaan Demak
Engkau menyisipkan keajaiban
            Batu bobot yang dengarnya
Bisa menambah berat
Yang dengannya bisa bertambah berkali-kali lipat
Terima kasih penguasa raya
Kau angkat nama Mrapen desa kami
Bersama dengan kau Anugerahkan
“ Api Abadi “

By : Heny Dwi Budi Winarni                                     
Semarang, 28 September 2014

LET GO

J     Judul               : Let Go
2.      Pengarang       : Windhy Puspitadewi
3.      Penerbit           : Gagas Media
4.      Tahun terbit     : 2009

5.      Tebal                : 242

 Pada suatu ketika ada sebuah sekolahan. Ada seorang guru dan beberapa murid, yaitu : Bu Ratna,Pak Anung,Raka, Nathan, Dhihan, Nadya, Sarah, Alfi,dll.
Suatu hari Raka dipanggil Bu Ratna karena dia sudah beberapa kali berkelahi. Sehinga Bu Ratna memberi hukuman dia, yaitu Raka harus masuk anggota Veritas yaitu salah satu kegiatan di sekolahan seperti kegiatan OSIS, Raka tersentak kaget. Raka dikelas juga terkenal orang yang paling bodoh dalam urusan pelajaran Sains, maka dari itu dia sering dapat hukuman dari Pak Anung yaitu guru matematika. Tapi disamping bodoh dalam pelajaran sains. Tapi raka mempunyai satu keunggulan yaitu dia sangat jago dalam pelajaran sejarah. Maka itu alasan Bu Ratna memasukan raka ke dalam kegiatan Veritas dan Bu Ratna menyakini itu bahwa Raka itu bisa.
Suatu hari Raka, Nathan, Nadya dan Sarah mengadakan kumpulan Veritas untuk membicarakan tentang acara ulang tahun sekolahannya yang sebentar lagi akan di adakan. Waktu kumpulan Raka dan Nathan sering berdebat, karena ke-2 orang itu sering berdebat dalam berbagai hal. Meskipun mereka saling berdebat tapi mereka tidak saling mmbenci, tapi kadang-kadang Nathan dan temen-temen yang lainya sering mengejek Raka, karena kalau pelajaran Sains Rakalah yang tidak bisa sendiri.

IBUK


1.      Judul               : Ibuk
2.      Pengarang       : Iwan Setyawan
3.      Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
4.      Tahun terbit     : 2012
5.      Tebal                : 293


Pada suatu hari ada seorang perempuan bernama Mak Gini dia mempunyai anak perempuan namanya Sutinah tapi orang-orang sering memanggilnya Tinah. Tinah tidak tamat SD karena waktu itu Tinah sakit, setelah tidak sekolah Tinah diasuh oleh neneknya yang bernama Mbok Pah. Dia membantu neneknnya di pasar untuk jualan baju bekas. Dia gadis yang sangat lugu tapi dengan keluguannya itu dia terlihat cantik. Maka tidak heran orang-orang yang melihatnya terpesona dengan wajah keluguanya itu. Dan suatu hari ada seorang sopir angkot yang berhenti didepan toko mbok Pah atau neneknya Tinah. Sejak pertama ketemu sang sopir itu menaruh hati kepada Tinah. Tapi sang sopir angkot itu sudah di kenal banyak orang sebagai " Playboy Pasar ". Mak Gini dan Mbok Pah pun sangat kenal dengan Hasyim atau yang sering di panggil Sim atau si playboy pasar itu.
Suatu malam hari tanpa di duga si playboy pasar itu datang kerumah Tinah. Tinah pun kaget dan di dalam hati tinah berkata," tahu dari mana dia kok tahu rumahku,padahal aku tidak pernah ngasih tahu alamat rumahku". Ketika dia datang Mbok Pah yang membukain pintu, tinah merasa malu karena belum pernah dia di datangi oleh seorang cowok.

Rabu, 10 Desember 2014

Di Kereta, Dia SELINGKUH



Adegan 1
            Suatu hari, dirumah yang mungil dan sederhana, seorang suami istri bangun jam empat pagi.  Sang istri menyalakan arang dalam setrikanya, mengipas-ngipasnya dan dengan gesit memercikkan air pandan  dan bunga kenanga, tak lupa juga membuatkan hidangan sarapan pagi. Sedangkan Ayah kembali melakukan pengecekan pada sepedanya untuk sebuah perjalanan jauh yang sangat penting.
            Ratna               : pak ntar keretanya berangkat jam berapa ?
                                    Darman            : Eee...(sambil mengingat-ingat) itu bu ? kita dapat tiket ke Tegal jam 06.30  pagi  bu.
Ratana               : Oh ya sudah kalau begitu pak. ( sambil menyiapkan pakaian-pakaian   untuk pergi ke Tegal
Darman             : Bu, anak-anak sudah bangun belum ( sambil mengecek motor ), ntar kalau ketinggalan kereta lo ? kan anak-anak kalau mandi dan beres-beres lama banget.
Ratna                : iya pak  ini mau ibu bangunkan (sambil menyiapkan sarapan di meja makan ). Rini ??? Rani ??? ayo bangun sudah subuh lo. Kita dapat tiket kereta jam 7 lho, ntar kalau ketinggalan keretanya, ini ibu juga sudah menyiapkan sarapan buat kita.
Rani                     : huuuaaah (sambil menguap) hah.. masih setengah lima kok bu, masih lama, rani masih mengantuk bu (menarik selimut untuk melanjutkan tidurnya lagi )
Rini                      : iya bu ( sambil mencoba bangun meskipun masih mengantuk dan menata selimut dan kamarnya ). Rani ayo bangun... ayooo ! (sambil menarik-narik selimut Rani)
Ratna                   : iya ran, ayo cepat bangun, kamu yang lama sendiri kalau dandan
Rani                     : iya.. iya bu ( keluar kamar dengan wajah mengantuk bercampur cemberut )