Kamis, 11 Desember 2014

IBUK


1.      Judul               : Ibuk
2.      Pengarang       : Iwan Setyawan
3.      Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
4.      Tahun terbit     : 2012
5.      Tebal                : 293


Pada suatu hari ada seorang perempuan bernama Mak Gini dia mempunyai anak perempuan namanya Sutinah tapi orang-orang sering memanggilnya Tinah. Tinah tidak tamat SD karena waktu itu Tinah sakit, setelah tidak sekolah Tinah diasuh oleh neneknya yang bernama Mbok Pah. Dia membantu neneknnya di pasar untuk jualan baju bekas. Dia gadis yang sangat lugu tapi dengan keluguannya itu dia terlihat cantik. Maka tidak heran orang-orang yang melihatnya terpesona dengan wajah keluguanya itu. Dan suatu hari ada seorang sopir angkot yang berhenti didepan toko mbok Pah atau neneknya Tinah. Sejak pertama ketemu sang sopir itu menaruh hati kepada Tinah. Tapi sang sopir angkot itu sudah di kenal banyak orang sebagai " Playboy Pasar ". Mak Gini dan Mbok Pah pun sangat kenal dengan Hasyim atau yang sering di panggil Sim atau si playboy pasar itu.
Suatu malam hari tanpa di duga si playboy pasar itu datang kerumah Tinah. Tinah pun kaget dan di dalam hati tinah berkata," tahu dari mana dia kok tahu rumahku,padahal aku tidak pernah ngasih tahu alamat rumahku". Ketika dia datang Mbok Pah yang membukain pintu, tinah merasa malu karena belum pernah dia di datangi oleh seorang cowok.
Suatu hari Tinah diajak pergi oleh Sim untuk nonton film layar tancep yang tidak jauh dari rumahnya. Mulai sejak nonton film itulah Tinah dan Sim merasa dekat dan sama-sama menaruh hati pada kedua belah pihak.
Berjalannya waktu umur Tinah sudah saatnya untuk menjalin rumah tangga, dan Mak Gini dan Mbok Pah pun menyuruh Tinah untuk segara mencari pendamping hidup. Pada suatu hari, di toko ada seorang yang menemui Mbok Pah yang bernama Lek Hari dia menanyakan tentang Tinah dan ingin melamar Tinah. Sesampainya dirumah pun Mbok Pah langsung memberi tahu Tinah, tapi Tinah hanya diam.
Akhirnya Tinah memilih Hasyim untuk menjadi pendamping hidupnya. Setelah menikah Tinah dan Hasyim hidup dirumah kakaknya Hasyim yang bernama Mbak Gik.  Tapi setelah mepunyai anak mereka memutuskan untuk pindah saja dan berjuang membuat rumah kecil-kecilan karena mereka tidak enak pada kakaknya Hasyim takut sering merepotkannya.
Hasyim dan Tinah pun berjuang untuk menghidupi ke-5 anaknya yaitu Isa,Nani,Bayek,Rini dan Mira dengan susah payah. Waktu itu Hasyim masih menjadi sopir angkot. Dengan perjuangan mereka akhirnya anak-anak mereka ada yang tamat SMA dan ada yang meneruskan kuliah, Tinah pun merasa senang sekali dan merasa berhasil mendidik anak-anaknya.
Suatu hari Bayek anak laki satu-satunya mendapat panggilan untuk bekerja di New York. Dan disitulah bayek berusaha untuk memperbaiki hidup keluarganya.
Selama kurang lebih 10 tahun di New York akhirnya Bayek berhasil, dia bisa membuatkan rumah untuk orang tuanya dan saudara-saudaranya.
Dan setelah lama di New York Bayek memutuskan untuk pulang ke Batu dimana dia dan Keluarganya hidup. Ketika Bayek dirumah dia mendapat tawaran untuk bekerja di Singapura. Tapi Bayek tidak mengambil tawaran itu karena dia ingin deket dengan keluarganya. Sehingga Bayek pun terjun untuk mencoba pengalaman baru yaitu dia menekuni bidang menulis. Dengan menulis itulah Bayek mencoba mengabadikan pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan supaya orang yang membacanya semangat dan terus berusaha.
Ketika Bayek ke Jakarta untuk kepentingan menulisnya tiba-tiba dia di telfon kakaknya Nani untuk segera pulang karena ayahnya yaitu pak Hasyim sakit keras. Bayek kaget, sok dan air matanya menetes. Bayek pun segera menelfon adiknya Mira yang hidup di Karawang dengan suaminya, Mira pun juga kaget ketika mendengar kabar itu. Lalu mereka pun tanpa basa-basi langsung pulang ke Batu. Sesampainya disana di dapan rumahnya terdapat bendera kuning dan dilihatnya ayahnya sudah tiada. Seketika itu semua keluarga meneteskan air mata.
Setelah bapaknya tiada Bayek dan saudara-saudaranya sering menemani ibunya dan Bayek tidak pernah pergi jauh dari desanya...


SEKIAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar