1. Judul : Ibuk
2. Pengarang : Iwan Setyawan
3. Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
4. Tahun terbit : 2012
5. Tebal : 293
Pada suatu hari ada
seorang perempuan bernama Mak Gini dia mempunyai anak perempuan namanya Sutinah
tapi orang-orang sering memanggilnya Tinah. Tinah tidak tamat SD karena waktu
itu Tinah sakit, setelah tidak sekolah Tinah diasuh oleh neneknya yang bernama
Mbok Pah. Dia membantu neneknnya di pasar untuk jualan baju bekas. Dia gadis
yang sangat lugu tapi dengan keluguannya itu dia terlihat cantik. Maka tidak
heran orang-orang yang melihatnya terpesona dengan wajah keluguanya itu. Dan
suatu hari ada seorang sopir angkot yang berhenti didepan toko mbok Pah atau
neneknya Tinah. Sejak pertama ketemu sang sopir itu menaruh hati kepada Tinah.
Tapi sang sopir angkot itu sudah di kenal banyak orang sebagai " Playboy
Pasar ". Mak Gini dan Mbok Pah pun sangat kenal dengan Hasyim atau yang
sering di panggil Sim atau si playboy pasar itu.
Suatu malam hari tanpa di duga si playboy
pasar itu datang kerumah Tinah. Tinah pun kaget dan di dalam hati tinah
berkata," tahu dari mana dia kok tahu rumahku,padahal aku tidak pernah
ngasih tahu alamat rumahku". Ketika dia datang Mbok Pah yang membukain
pintu, tinah merasa malu karena belum pernah dia di datangi oleh seorang cowok.
Suatu hari Tinah diajak pergi oleh Sim
untuk nonton film layar tancep yang tidak jauh dari rumahnya. Mulai sejak
nonton film itulah Tinah dan Sim merasa dekat dan sama-sama menaruh hati pada
kedua belah pihak.
Berjalannya waktu umur Tinah sudah saatnya untuk menjalin rumah
tangga, dan Mak Gini dan Mbok Pah pun menyuruh Tinah untuk segara mencari
pendamping hidup. Pada suatu hari, di toko ada seorang yang menemui Mbok Pah
yang bernama Lek Hari dia menanyakan tentang Tinah dan ingin melamar Tinah.
Sesampainya dirumah pun Mbok Pah langsung memberi tahu Tinah, tapi Tinah hanya
diam.
Akhirnya Tinah memilih Hasyim untuk
menjadi pendamping hidupnya. Setelah menikah Tinah dan Hasyim hidup dirumah
kakaknya Hasyim yang bernama Mbak Gik.
Tapi setelah mepunyai anak mereka memutuskan untuk pindah saja dan
berjuang membuat rumah kecil-kecilan karena mereka tidak enak pada kakaknya
Hasyim takut sering merepotkannya.
Hasyim dan Tinah pun berjuang untuk
menghidupi ke-5 anaknya yaitu Isa,Nani,Bayek,Rini dan Mira dengan susah payah.
Waktu itu Hasyim masih menjadi sopir angkot. Dengan perjuangan mereka akhirnya
anak-anak mereka ada yang tamat SMA dan ada yang meneruskan kuliah, Tinah pun
merasa senang sekali dan merasa berhasil mendidik anak-anaknya.
Suatu hari Bayek anak laki satu-satunya
mendapat panggilan untuk bekerja di New York. Dan disitulah bayek berusaha
untuk memperbaiki hidup keluarganya.
Selama kurang lebih 10 tahun di New York akhirnya Bayek berhasil,
dia bisa membuatkan rumah untuk orang tuanya dan saudara-saudaranya.
Dan setelah lama di New York Bayek
memutuskan untuk pulang ke Batu dimana dia dan Keluarganya hidup. Ketika Bayek
dirumah dia mendapat tawaran untuk bekerja di Singapura. Tapi Bayek tidak
mengambil tawaran itu karena dia ingin deket dengan keluarganya. Sehingga Bayek
pun terjun untuk mencoba pengalaman baru yaitu dia menekuni bidang menulis.
Dengan menulis itulah Bayek mencoba mengabadikan pengalaman hidupnya yang penuh
perjuangan supaya orang yang membacanya semangat dan terus berusaha.
Ketika Bayek ke Jakarta untuk kepentingan
menulisnya tiba-tiba dia di telfon kakaknya Nani untuk segera pulang karena
ayahnya yaitu pak Hasyim sakit keras. Bayek kaget, sok dan air matanya menetes.
Bayek pun segera menelfon adiknya Mira yang hidup di Karawang dengan suaminya,
Mira pun juga kaget ketika mendengar kabar itu. Lalu mereka pun tanpa basa-basi
langsung pulang ke Batu. Sesampainya disana di dapan rumahnya terdapat bendera
kuning dan dilihatnya ayahnya sudah tiada. Seketika itu semua keluarga meneteskan
air mata.
Setelah bapaknya tiada Bayek dan
saudara-saudaranya sering menemani ibunya dan Bayek tidak pernah pergi jauh
dari desanya...
SEKIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar