Adegan
1
Suatu
hari, dirumah yang mungil dan sederhana, seorang suami istri bangun jam empat pagi.
Sang istri menyalakan arang dalam setrikanya, mengipas-ngipasnya dan
dengan gesit memercikkan air pandan dan bunga kenanga, tak lupa juga
membuatkan hidangan sarapan pagi. Sedangkan Ayah kembali melakukan
pengecekan pada sepedanya untuk sebuah perjalanan jauh yang sangat penting.
Ratna : pak ntar keretanya berangkat
jam berapa ?
Darman : Eee...(sambil mengingat-ingat)
itu bu ? kita dapat tiket ke Tegal jam 06.30
pagi bu.
Ratana : Oh ya sudah kalau begitu pak. (
sambil menyiapkan pakaian-pakaian untuk
pergi ke Tegal
Darman : Bu, anak-anak sudah bangun belum
( sambil mengecek motor ), ntar kalau ketinggalan kereta lo ? kan anak-anak
kalau mandi dan beres-beres lama banget.
Ratna : iya pak ini mau ibu bangunkan (sambil menyiapkan
sarapan di meja makan ). Rini ??? Rani ??? ayo bangun sudah subuh lo. Kita
dapat tiket kereta jam 7 lho, ntar kalau ketinggalan keretanya, ini ibu juga
sudah menyiapkan sarapan buat kita.
Rani :
huuuaaah (sambil menguap) hah.. masih setengah lima kok bu, masih lama, rani
masih mengantuk bu (menarik selimut untuk melanjutkan tidurnya lagi )
Rini :
iya bu ( sambil mencoba bangun meskipun masih mengantuk dan menata selimut dan
kamarnya ). Rani ayo bangun... ayooo ! (sambil menarik-narik selimut Rani)
Ratna : iya ran, ayo cepat bangun,
kamu yang lama sendiri kalau dandan
Rani :
iya.. iya bu ( keluar kamar dengan wajah mengantuk bercampur cemberut )
Adegan
2
Sesampainya di stasiun, diantara ratusan
calon penumpang ada yang duduk manyun, berdiri bengong, lalu-lalang, mengobrol
dan tak luput juga dari pandangan Santi keluarga yang berada tidak jauh dari
jarak keluarga Santi.
Ratna : hem... siapa lelaki tersebut,
kok sejak pertama aku melihatnya hatiku menjadi berdebar-debar (bingung dan
bertanya-tanya didalam hatinya).
Darman : Bu.. ??? ( sambil menepuk bahu
Santi )
Ratna : Ii... iza pak ada apa ? ( kaget
dan berbicara terbata-bata)
Darman :
Ibu kenapa kok bengong dari tadi. Bu kamu punya uang tiga ribuan nggak ? aku
mau beli koran biar tidak jenuh menunggu kereta ( sambil menunjukan ketukang
koran )
Rani
dan Rini : Bu aku juga belikan minuman haus ni bu ? ( sambil meraba-raba
tenggorokannya )
Ibu : Iya. Ni pak ntar
kembaliannya belikan minuman buat Rani dan Rini ( sambil menyodorkan uang
10.000 an )
Rini : pak rani ikut ya ?
Darman : tidak usah ikut Ran ? ni
stasionnya mulai rame ntar kamu kalau hilang bagaimana.
Ratna : iya, tidak usah ikut saja
disini saja Ran.
Rani : iya (serius memainkan hp nya)
Rini : ya sudah deh kalau begitu,
tapi aku mau minuman yang dingin pak.
Darman : oke !
Adegan
3
Selamat datang di
kereta Kamandaka jurusan Semarang-Tegal, selamat menikmati perjalanan anda.
Seperti biasanya didalam kereta api
tempat duduknya pun berdampingan, tidak terkecuali dengan keluarga Ratna yang
berdampingan dengan Keluarga Santo. Ratna duduk disamping Rani dan Darman duduk
disamping Rini, merekapun saling berhadapan.
Disamping kanan keluarga Ratna merupakan
keluarga Santo. Santo duduk disamping anak pertamanya yaitu Daniel dan Santi
duduk berada disamping anak keduanya yaitu Susi.
Darman :
alhamdulillah, dapat tempat duduk juga (merasa lega dan ambil nafas)
Ratna : iya ni pak, bedak ibu jadi
luntur semua ( sambil mengaca dan bersolek membenahi bedaknya )
Darman : ya sudahlah bu jangan teralulu
difikarkan, lebih baik bedak ibu luntur dari pada anak kita tersesat dan hilang
di kereta api ini (sambil mengarahkan tangannya keramaian para penumpang yang
saling berdesak-desakan)
Rani :
iya ibu ini malah memfikirkan bedaknya dari pada keselamatan anak-anaknya
Rini : iya bu, tadi saya takut
banget kalau sampai terlepas dari genggaman bapak
Darman : ya sudah, yang penting kita semua
selamat semua, masih bersama dan dapat tempat duduk juga ( asyik dengan
korannya )
Disisi lain percakapan antara keluarga
Santo juga berlangsung.
Susi : Mah, tadi coklatnya ditaruh
mana ? (sambil mencari-cari didalam tas)
Santi : tadi mamah taruh ditasmu yang
kecil nak.
Santo : tadi minumnya juga dimana ya
mah ?
Daniel : hmmm.. minumnya sudah aku habiskan tadi yah, habisnya
nunggu kereta tadi lama banget sih.
Susi :
kakak sih tukang menghabiskan makanan (sambil sedikit meledek Daniel kakaknya )
Santi : Sudah... sudah jangan ribut terus, tidak dirumah
tidak dikereta kalian selalu ribut terus.
Santo : iya, kalian ini ribut terus.
Ntar beli lagi juga bisa.
Satu jam sudah kedua keluarga tersebut
menikmati bisingnya didalam kereta.
Ratna : bising banget ya kereta ini, ibu
mulai lapar ni ( sambil memegang perutnya ), kalian pada lapar tidak ?
Rani : iza bu, Rani juga sudah lapar
lagi
Rini : iya, tadi tidak membawa bekal
bu ?
Ratna : tidak Rin, sudah repot membawanya
tadi ( menunjukan barang-barang bawaanya )
Darman : sudah.. sudah beli snack-snack dulu
saja bu, ntar kalau sudah turun kita baru beli makanan ( masih asyik membaca
koran )
Ratna : ya sudah, ibu beli snack dulu
ya, itu ada penjual makanan ringan (mengambil dompet dan mengecek uangnya )
Rani : iya bu yang bayak lho...
hehehe
Penjual
makanan ringan : minum... minum... snack....snack ( sambil teriak menawarkan
dagangannya )
Ratna : pak.. pak mau beli snacknya (
sambil memanggil dan berlalu mendekati penjual makanan ringan )
Penjual Snack : iya bu, snack yang mana dan mau beli berapa
?
Ratna : yang ini pak ( memilih-milih
snack )
Santo : pak air mineral berapaan ?
Ratna :
(tersentak kaget dan menoleh ke arah lelaki yang mau beli air mineral) itu kan
lelaki yang distasion tadi ( menggumam didalam hati )
Santo : hai mbk, mau beli apa ?
Ratna : ini mas mau beli snack buat
mengganjal perut ( menunjuk ke arah anak-anaknya dan suaminya
Santo : oh.. mbaknya sudah punya
keluarga ?, tapi masih cantik saja mbaknya ini. Hehehe ( merayu dan
mengeluarkan gombalan-gombalanya )
Ratna : hehehe... terima kasih mas (
malu-malu dan merasa kegenitan )
Penjual Snack :
jadi beli tidak ini, aku harus menawarkan daganganku ke yang lainnya juga.
Ratna :
iya, ini semua berapa pak jadinya ? (sambil menunjukan snack yang dibelinya)
Penjual snack : semua 25.000 mbak
Ratna :
iya pak sebentar ( mengambil uang didalam dompet dan menyodorkannya ke pejual
snack )
Santo :
yang ini berapa pak ?
Penjual snack : tidak usah banyak-banyak mas Cuma 10.000
saja.
Santo : ini pak ( menyodorkan uang ke
penjual snack )
Di tengah-tengah perjalanan yang menuju
ke tempat duduk masing-masing. Tiba-tiba kereta pun sedikit bergoncang, dan
akhirnya mereka berdua pun sama-sama terjatuh
Santo : namamu siapa mbak ? (
mengulurkan tangan untuk berkenalan )
Ratna : namaku ? (belum sampai menyebutkan namanya kereta
bergoncang dan akhirnya jatuh )
Santo : (menindihi Ratna ) siapa
namamu?
Maaf nona
(sambil mencoba berdiri dan beranjak dari diatas Ratna.
Ratna : iya tidak apa-apa, yang salah
kan bukan kamu, tetapi kereta apinya, Hehe (menjawab dengan sedikit bercanda ),
namaku Ratna .
Santo : lho ternyata tempat duduk kita
berdampingan ya ( sambil mempersilahkan Ratna untuk duduk di tempatnya )
Ratna : Iya (sambil membagikan snack
kepada anak-anaknya )
Susi : mah coklatnya masih tidak ? (
bertanya kepada Santi yang sedang tidur )
Santi : ( beranjak bangun ) iya
coklatnya masih, itu masih tiga coklatnya ( mengambil coklat )
Susi : mah coklatnya boleh aku
bagikan ke adik itu ? (menunjuk kearah anak-anak Ratna yang berada duduk
dibangku sampinya )
Santi : iya adiknya dibagi coklatnya.
Santo : iya itu adiknya dikasih
coklatnya
Susi : adik. Ini coklat buat kamu (
menyodorkan coklat ke Rani dan Rini yang masih asyik mainan )
Rani dan Rini : makasih kak ( mengambil coklat )
Ratna : makasih dek ( mengusap kepala
Susi ). Ini anakmu mas (memandang dan bertanya kepada santo)
Dari pandangan pertama di stasiun,
dilanjut dengan pertemuan ketika membeli snack dan minuman dan tanpa disadari
tempat duduk mereka berdampingan, maka dari situlah benih-benih saling
mengagumi pun muncul dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Santo : ( memandangi ratna dengan
senyuman manis )
Ratna : ( membalas senyuman tersebut )
Ratna : pak aku kekamar mandi sebentar
ya ?
Darma : iya ( masih asyik dengan korannya
)
Ratna : memandang Santo dan mengedipan mata ( isyarat yang
diberikan Ratna kepada Santo )
Santo : mah aku kekamar mandi sebentar
ya ( izin kepada Santi istrinya )
Ketika mendekati kamar mandi, Santo yang
dari belakang langsung menggandeng ratna dan masuk kekamar mandi bareng,
disitulah terjadi ciuman dari kedua bibir sang insan tersebut dan entah apa
lagi yang mereka lakukan.
Setengah jam pun berlalu, mereka kedua pun
keluar dari kamar mandi tersebut dan banyak mata yang mengarah kepadanya .
Penumpang : itu istrimu mas ( pertanyaan yang
mengarah ke Santo )
Santo : hmmm... ( hanya menganggukan kepala tanpa
mengeluarkan satu kata sekalipun )
dramanya sangat menarik :)
BalasHapusmakasih renita.. :)
BalasHapusayo di koment lagi donk ren..
aku sangat senang dengan kritikan yang membangun
drama yang disajikan sudah menarik dan tampilan blognya juga sudah berwarna :)
BalasHapusmenarik, lanjutkan, bisa lebih baik :)
BalasHapus