Kamis, 06 November 2014

puisiKu

Seberkas Tanpa Dosa
By : Heny Dwi Budi Winarni
Dengan jari-jari mungilmu aku tercipta
Dengan penuh rasa peluh kau tak rasakan
Untuk aku secercah coretan dikertas
Dengan penuh gairah kau tancapkan gas dalam angan
Untuk aku seberkas kertas
            Kau pun menghadirkan segala jurus
Untuk mencoretkan tinta keparasku kepada sang penguasa
Kau bersikeras menjamahku ke dalam lekak lekuk tulisan
Yang kau buat dengan penuh rasa penat
Hingga akhirnya coretan tinta sang penguasa meluncur pas keparasku
Tapi entah kenapa
Setelah coretan menembus keparasku
Setelah anggaran kau gadang-gadang ditanganmu
Kini aku kau biarkan kocar-kacir entah kemana
Kini aku hanya menjadi tumpukan dengan penuh debu
Kini aku kau asingkan dalam kelusuhan
Dan kini kau pun biarkan aku habis dimakan oleh waktu


                                                                                                Semarang, 28 September 2014

2 komentar:

  1. Sebuah puisi yang menarik. Ketika khalayak ramai dengan puisi tentang guru, kali ini Heny datang dengan puisi Pelatihku. Tugas mereka sama, mendidik. Tapi selama ini kita kurang mengapresiasi kehadiran pelatih di kehidupan kita.

    BalasHapus